RSS

Hanbit Festival


Sejak tanggal 30 September lalu hingga 2 Oktober Myongji college mengadakan handbit festival. Festival yang berlangsung selama 3 hari ini melibatkan dosen dan seluruh mahasiswa tak terkecuali kami sebagi mahasiswa asing. banyak kegiatan yang diadakan selama festival berlangsung diantaranya pentas seni dan pembuatan stand yg difungsikan sebagai tempat menjual makanan hasil masakan mahasiswa. Pembuatan stand dikelompokan berdasarkan jurusan. Namun untuk mahasiswa asing ada booth tersendiri untuk menjual makanan dari negaranya masing-masing. Jadi saat itu booth mahasiswa asing terdiri dari booth Mongolia, Indonesia, Thailand, Vietnam dan China.
Acara hanbit festival ini hanya berlangsung pada malam hari. Jadi siangnya kami belajar seperti biasa. Pada hari pertama yang bertepatan dengan hari senin itu kuliah kami bs terbilang sangat padat. Karena dimulai sejak pukul 10 pagi hingga pukul setengah 6 sore. Berhubung festival dimulai setengah 6 sore dan kami belum mulai memasak. Maka hari itu kami mencoba bernegosiasi dengan dosen mata kuliah terakhir yaitu bahasa Korea dan alhamdulillah hasilnya kami bisa menyelesaikan kuliah lebih awal yakni pukul 4 sore.
Setelah selesai kuliah kami mulai mengerjakan tugas yang telah dibagikan. Berhubung jumlah kami hanya bersebelas jadi tugasnya kami bagi menjadi 2. Untuk putra bertanggung jawab mengurusi dan menyiapkan booth. Mulai dari menghias hingga menyiapkan papan menu jualan. Sedangkan putri bergegas ke dapur dan memasak.

Persiapan festival


Jualan Malam Pertama

Hari pertama kami membuat bubur kacang ijo dan klepon ( kalau orang Buton lebih mengenalnya dengan sebutan onde-onde ). Selain itu kami juga menjual souvenir dari Indonesia yang bermotif batik dan wayang. Setelah semuanya siap kami bergegas menuju booth dan mulai menjajakan jualan kami malam itu. Dan Alhamdulillah hasilnya laris manis. Selain menjual, kami juga menonton kompetisi dance. Setelah itu munculah perform yang paling kami tunggu-tunggu yaitu perform sang superstar "Geeks". Menyaksikan langsung dan menjadi penonton garda terdepan adalah hal yang paling menyenangkan. Apalagi ketika mereka menyanyikan lagu “officially missing you”. Perform mereka malam itu menjadi penutup festival malam pertama yang cukup menarik.

Jualan malam kedua
Saat menari

Saat hari kedua sebenarnya kami memiliki 2 mata kuliah. Mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Tapi untungnya dosen mata kuliah kedua mengosongkan pelajaran hari itu agar kami bisa memiliki banyak waktu untuk menyiapkan festival saat malam hari. Seusai mata kuliah pertama kami langsung gladi bersih dan setelah itu baru menyiapkan menu festival. Menu malam kedua kami adalah kolak pisang, indomie goreng dan wedang jahe. Tapi sayagnya saya tak bisa banyak membantu pada malam kedua karena harus siap-siap untuk menampilkan sebuah tari tradsional dari Indonesia. Malam itu saya bersama Aidyta menampilkan tari kipas minang. Selain kami berdua juga, karena berhubung malam itu sekalian dipadukan dengan perkenalan mahasiswa asing Myongji maka dari Indonesia diwakilkan oleh Agus panduwiyoso dan Novisantri dengan balutan pakaian adat Buton. Senang bercampur kagum karena kami bisa memperkenalkan budaya Indonesia di negeri gingseng itu dan dihadapan seluruh teman-teman mahasiswa dan dosen kami, mulai dari makanan, souvenir, tarian hingga pakaian adat Indonesia.

Jualan malam ketiga

Kemudian saat hari ketiga yang harusnya pada hari rabu ada 1 mata kuliah tapi hari itu dosen kami mengosongkannya. Lalu 4 dari kami menjadi perwakilan Indonesia pergi ke daerah perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara untuk sekedar belajar dan jalan-jalan. Adapun yang menjadi perwakilan antra lain Agus, Novis, Kak Dhita dan Aidyta. sementara kami yang msh di asrama juga tetap sibuk mempersiapkan menu festival malam ketiga. Menu malam ketiga yaitu bubur kacang ijo dan pisang goreng. Malam itu kami memasak banyak sekali. Setelah diakhir acara setiap booth negara saling bertukar menu jualan agar bisa merasakan kelezatan cita rasa makanan tiap-tiap negara. Sebagai penutup kami makan bersama dan terakhir tak lupa foto bersama.


Foto bersama ^_^

Itulah uraian panjang tentang hanbit festival 2013 yang rutin diadakan di Myongji college setiap tahunnya. Sunggguh menjadi pengalaman yang luar biasa bisa ikut berpartisipasi dalam festival ini. Dan terimakasih juga untuk Miss Min yang banyak membimbing kami, Miss Ji yang setia menyaksikan penampilan kami dan Prof. Ahn yang memborong jualan kami. Terimakasih untuk seluruh dosen-dosen terbaik kami. Pahlawan tanpa tanda jasa ini yang akan menjadi salah 1 faktor kami untuk terus mengenang Myongji dan kota Seoul nantinya.
사랑해요……_


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seoul International Fireworks Festival 2013

Seoul International Fireworks Festival adalah acara tahunan menampilkan kembang api dengan bentuk-bentuk yang menarik oleh ahli kembang api dari dalam dan luar negeri. Sebelum pertunjukan kembang api, pengunjung akan dapat menikmati  berbagai pertunjukan dan program.


Pengunjung dapat menikmati menampilkan kembang api oleh tim profesional dari dalam dan luar negeri. Festival tahun ini diikuti oleh 4 negara yaitu Kanada, Jepang, Prancis dan Korea.

Saat menungu fireworks muncul
Ini adalah kali pertamaku menyaksikan langsung festival kembang api yang sungguh sangat menakjubkan. Hingga membuatku sesekli menjerit riang ketika kembang api itu muncul dengan bentuk-bentuk yang unik terang benderang dan sangat indah dipandang. Untuk menyaksikan langsung festival kembang api tersebut kami harus datang lebih awal. Tepatnya sesaat setelah mengikuti audisi bravo asean. Kami langsung berganti kostum dan merapat ketepi sungai han untuk berkumpul dan menyatu dengan ribuan orang yang lebih awal datang untuk menyaksikan festival tersebut. Kembang api yang berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata itu muncul kurang lebih sekitar 4 kali dengan durasi waktu rata-rata 15 menit. Saking banyaknya orang yang menyaksikan festival tersebut saat pulangpun kami harus rela melewati antrian panjang. Bahkan banyak orang yang justru berdesak-desakan. Untung saja anak KTTI aman karena Kak Flo telah memilih lokasi yang baik dan nyaman untuk kami tempati malam itu. 

Saat perjalanan pulang
Kenangan indah ini akan menjadi warna tersendiri nantinya dalam daftar cerita yang akan kusampaikan pada adik-adikku dirumah... yang jauh diseberang sana.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Audisi Bravo Asean


Sabtu kemarin tepat tanggal 5 Oktober 2013 kami baru saja mengikuti audisi bravo asean. Bravo asean merupakan salah satu event penting yang dinantikan oleh KTTI setiap tahunnya. Menjadi juara pertama selama 3 tahun berturut-turut menjadi hal yang harus kami pertahankan.

KTTI

Kali ini kami menampilkan tari sabalah dari minang. Persiapan event ini telah kami mulai sejak sebulan lalu. Sekitar akhir September. Setiap hari sabtu kami latihan rutin. Dan selain itu kami selalu latihan tambahan. Apalagi 2 minggu terakhir kami forsir latihan pemantapan. Dan akhirnya kami bisa menapilkan penampilan terbaik kami. Banyak negara yang menjadi saingan kami. Apalagi beberapa negara benar-benar menampilkan penari profesional dari negara mereka masing-masing. Seperti dari negara Thailand dan Malaysia yang sempat membuat kami kagum dengan penampilan mereka. Selain seni tari banyak juga kegiatan seni lainnya yang di tampilkan oleh tiap-tiap negara.

Foto bareng peserta dari Thailand
Apapun hasilnya nanti kami tetap optimis dan berharap bisa menjadi yang terbaik. Karena walau bagaimanapun kami sudah menampilkan penampilan terbaik kami untuk event tersebut.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nanjang Festival of Thanksgiving Day

Sejak tanggal 18 September hingga 22 September Korea Selatan libur nasional karena bertepatan dengan Thanksgiving day atau biasa disebut cusok. Kami sangat antusias karena bisa mendapat libur panjang kuliah selama cusok.

Chuseok atau ditulis sebagai Chusok (Hari bulan purnama) adalah hari libur resmi di Korea yang dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8, hari ke-15kalender lunar. Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen, Festival Bulan Musim Panen, atau Hangawi ("han" = "raya", "gawi" = "tengah", "hari besar di tengah-tengah musim gugur".

Di zaman sekarang, perayaan Chuseok merupakan kesempatan orang Korea untuk pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi altar leluhur. Di pagi hari, orang Korea melakukan penghormatan terhadap arwah leluhur dalam bentuk ziarah ke makam untuk merapikan tanaman dan tanah sekitar makam. Arwah leluhur juga disuguhi makanan, buah-buahan dan minuman. Hasil panen tahun itu juga ikut dipersembahkan kepada arwah leluhur.

Sedangkan kami yang merupakan warga asig di Korea, meskipun libur kuliah namun aktifitas lainnya tetap berjalan normal. justru kami fokus lathan menari untuk persiapan bravo asean.

Oh yaaa buat yang belum tau bravo asean, bravo asean itu adalah sebuah kompetisi seni seasia tenggara dikota Seoul. Jadi pesertanya adalah orang asing yang berasal dari Asia tenggara yang saat ini sedang di Seoul.

Foto bersama warga KTTI


Meski banyak waktu kami gunakan untuk forsir latihan tapi hari itu kamis 19 September kami menyempatkan diri untuk pergi ke festival Nanjang special cusok yang diadakan khusus untuk perayaan cusok. Dan kebetulan juga acaranya free, seperti biasa anak KTTI janjian nonton bersama. Dalam festival ini banyak ditampilkan seni tradisional baik berupa lagu maupun tari tradisional Korea. Penontonnya pun sangat antusias. hingga dalam wktu sigkat sebelum acara mulai tempat tersebut sedah dipadati penonton. Selain itu ada hal unik dan tmpak berbeda dari pnonton. Banyak anak kecil dan orang dewasa khususnya perempuan yang menonton acara itu mengenakan pakaian traditional Korea atau hanbok.
Adapun beberapa acara yang ditampilkan dalam festival tersebut, yaitu :
1.       Samul and Modeumbuk (Percussion Ensemble)
Minyo of Kyeongseo adalah lagu yang dinyanyikan oleh sekelompok wanita paruh baya  
2.       Minyo of Kyeongseo area (Folk Song)
Samul and Modeumbuk merupakan kelompok pemain perkusi. 
3.       Tightropes
Tightropes merupakan sebuah atraksi. Yang mana orang yang melakukan atraksi tersebut berjala diatas seutas tali, melompat, berlari bahkan menari diatas tali tersebut tanpa terjatuh sekalipun.
4.       Minyo of Southern Area (Folk Song)
Minyo of Southern Area adalah lagu yang dinyanyikan oleh sekelompok wanita paruh baya.

5.       Ganggangsullae
Ganggangsullae adalah tari tradisional Korea yang ditarikan oleh sekelompok wanita dengan gerakan membentuk lingkaran dan lain-lain.

6.       Pungmul Pangut (Farmer’s band music)
Kelompok pemain music yang sangat atraktif.
Dan terakhir acara tersebut ditutup dengan seluruh penonton menari bersama ditempat yang telah disediakan.
saat menari bersama ^_^
Ini adalah salah satu festival yang sangat menarik. Dari festival ini saya bisa banyak belajar dan melihat langsung seni tradisional Korea Selatan... “Happy Cusok”...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

One Step Closer With Agus Harimurti Yudhoyono

Kamis lalu 26  September 2013 mungkin menjadi hari biasa tanpa kesan bagi orang-orang yang melewatinya tanpa kegiatan menarik. Namun berbeda denganku, dengan kesepuluh teman-temanku.. untuk kami itu adalah hari dengan moment yang luar biasa. Bagaimana tidak, kami memiliki kesempatan luar biasa bertemu dengan salah satu icon penting Indonesia, yang mungkin meski kami berada di Idonesia belum tentu bisa bertemu langsung dengan beliau. Beliau adalah Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA yang tidak lain merupakan putra sulung dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bmabang Yudhoyono.

Kesempatan luar biasa itu berlangsung kurang lebih 20 menit di Lotte Hotel, yang merupakan salah satu hotel terbesar di Korea Selatan.

Saat Di Lotte Hotel

Dalam kesempatan singkat tersebut Mayor Agus banyak bercerita tentang perihal kedatangannya dikota Seoul yang diundang langsung pemerintah Korea Selatan dalam rangka memperingati 40 tahun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia.
Banyak hal yang diceritakan Beliau dalam kesempatan itu, diantaranya :
1.       Tentang kekuatan militer Indonesia yang kedepannya akan makin dipercanggih dengan system berbasis IT. Meskipun pada dasarnya kekuatan militer akan menjadi  pilihan terakhir saat menghadapi masalah dan konflik yg terjadi antar nagara. Beliau juga menambahkan bahwa kedepannya manusia akan menciptakan robot yang nantinya akan menjadi prajurit perang dan manusia dalam hal ini militer berperan sebagai pengontrol robot-robot tersebut. Hal ini tiba-tiba memicu pikiranku menuju ke film-film transformer dan sejenisnya. Ternyata khayalan aneh manusia yang ditumpahkan kedalam sebuah skenario film yang terkadang dirasa sedikit melenceng dari logika bisa menjadi ramalan dan motivasi kedepan dari manusia untuk menciptakan hal-hal baru.
2.       Selain itu beliau juga bercerita mengenai hubungan pribadinya dengan korea. Beliau mengatakan bahwa tidak asing lagi dengan negeri gingseng ini, karena kakek beliau yang juga merupakan ayahnda presiden RI saat ini, pernah menjadi duta besar RI pertama di Korea Selatan. Selain itu juga istri presiden SBY, yakni ibu Ani Yudhoyono pernah tinggal di kota Seoul kurang lebih sekitar 6 atau 7 tahun lamanya.

Setelah beliau bercerita banyak tentang serentetan pengalamannya, Beliau kembali meminta kepada kami untuk bercerita, share pengalaman saat menuntut ilmu dinegeri K-POP ini. Dan ada beberapa orang  yang mewakili, masing-masing dari universitas yang berbeda.
1.          Pada kesempatan pertama kak Mira dari Konkuk University (건국대학) bercerita mengenai pengalamannya di kampus yang intinya mengenai kebiasaan pemerintah Korea yang bekerja sama dengan universitas yang ada di Korea Selatan untuk mengerjakan proyek pemerintah. Dengan cara, jurusan tertentu sebuah Universitas yang berkaitan dengan program pemerintah megirimkan proposal kepada pihak pemerintah setempat untuk mengerjakan sebagian dari program tersebut. Sehingga dalam hal ini terjadi hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan pihak universitas dan mahasiswa.
2.          Lalu dikesempatan kedua dilanjutkan dengan Kak Akhyar dari Myongji College (명지전문대학) yang bercerita mengenai pentingnya industry kreatif untuk kemajuan sebuah bangsa. Karena bangsa yang maju tidak terlepas dari masyarakat-masyakat modern yang berfikiran kreatif untuk memajukan taraf hidup mereka  yang secara tidak langsung juga mendorong majunya taraf ekonomi sebuah Negara.
3.          Terakhir ditutup dengan cerita Kak Mutia dari Chung Ang University, mengenai salah satu faktor penunjang kemajuan Korea akan kinerja pemerintah yang bekerja sama dengan media. Dengan kata lain mampu memanfaatkan media komunikasi elektronik dengan baik. Mulai dari promosi pariwisata, ketenaran K-POP, dll. Nah diharapkan pemerintah Indonesia juga kedepannya tidak hanya memanfaatkan media komunikasi untuk kepentinga politik perorangan, dll. Tapi bisa megangkat Indonesia dengan baik, dan mampu megeksplor serta mempromosikan Indonesia hingga menjadi sebuah Negara maju.

Pembicaraan panjang yang di pandu oleh Mayor Kav M. Iftitah Sulaiman S. ini berjalan menarik. Setelah itu Mayor Agus pamit untuk melakukan kegiatan berikutnya, tapi sebelumnya Beliau sempat membagikan souvenir kepada kami berupa buku yang ditulinya sendiri dan kemudian kami diajak foto bersama ^_^.

Saat Foto Bersama ^_^

Souvenir dar Beliau

Terakhir kami juga bergegas pulang kehunian masing-masing. Sangat menyenangkan bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan diskusi hangat seperti itu. Semoga kedepannya bisa kembali mendapatkan kesempatan yang sama atau mungkin yang jauh lebih menarik lagi.
Amin……..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbedaan system pendidikan

Selalu ada cerita berbeda dari waktu yang berbeda dan dari tempat yang berbeda pula. Hal serupa yang pasti dirasakan setiap orang. Tak terkecuali denga system perkuliahan saya selama melalui masa exchange di Myongji College.
Saya yang menjalani disiplin ilmu yang berbeda sebelumnya di Unissula, merasa sedikit kesulitan  ketika harus menjalani perkuliahan di Myongji College. Terlebih sekitar 5 kelas pada semester pertama dalam perkuliahan yang menggunakan bahasa Korea dalam proses belajar mengajarnya.

Diskusi saat kuliah Pilot Project

Selain itu juga ada beberapa hal yang bisa saya jadikan pelajaran selama menempuh pendidikan di Myongji College. Hal-hal yang menyangkut kebiasaan berbeda, yang saya rasakan unik dan sangat baik, diantaranya yaitu :
1.   Waktu kuliah, seperti pada umumnya mata kuliah yang kami dapatkan selama belajar yaitu terdiri dari 3 SKS dan 2 SKS. Yang mana setiap SKSnya terdiri dari 50menit , jadi rata-rata waktu kuliah kami mencapai 2-3jam setiap mata kuliah. Sementara aktivitas perkuliahan kami biasanya di mulai sejak pukul 09.00am-06.00pm.
2.   Sudah menjadi hal yang lazim bagi mahasiswa lokal, untuk berada dikelas sekitar 10 menit sebelum dosen masuk ke dalam kelas dan memulai proses perkuliahan. Menurut saya itu sangat berdampak positif untuk saya sendiri, setelah sekilas melihat kebiasaan burukku selama perkuliahan sebelumnya, yang biasanya sangat tidak betah didalam kelas, dan hanya masuk kelas ketika melihat dosen menuju kelas (hihihi ^_^).  Kalaupun terlambat pasti akan membuat kita merasa malu. Hal ini juga sangat melatih kedisiplinan.
3.   Selain tepat waktu memulai pelajaran didalam kelas, pasti kelas juga akan berakhir sesuai jadwalnya. Jika 3jam perkuliahan, maka akan benar-benar berlangsung selama tiga jam. Kalau kebiasaan sebelumnya sih, paling kalau 3 SKS juga Dosen hanya akan mengajar paling lama sekitar 2 jam, setelah itu kelas usai.
4.   Pada saat proses belajar dimulai hingga berakhir, kita tidak akan melihat mahasiswa yang keluar masuk kelas selama Dosen mengajar. Entah itu cuma sebatas ke toilet atau keluar kelas dengan keperluan apapun ( karena mungkin dianggap akan mengganggu kosentrasi saat kuliah, atau mungkin dinilai tidak sopan). Sehingga setiap perkuliahan setelah berlangsung selama 1jam akan diberi 10menit break time setelah itu baru melanjutkan kuliah lagi.
5. Ada kebijakan  yang menurut saya sedikit saya sayangkan dari system pendidikan dinegara mereka yang mana untuk proses pemberian nilai tertinggi, yang mana tidak boleh diberikan kepada seluruh mahasiswa yang berhak untuk mahasiswa asing dalam suatu kelas, melainkan nilai tertinggi hanya diberikan kepada dua orang. kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh mata kuliah kami.
6. Dan kebiasaan unik yang paling saya rasa berbeda adalah strategi Dosen saat menarik perhatian mahasiswanya ketika mulai merasa kesulitan dengan materi perkuliahan, ataupun ketika dosen merasa mulai berkurang minat mahasiswa mengikuti perkuliahaan yang ia berikan, yaitu Dosen akan mengajak mahasiswanya makan bersama, atau sekedar mentraktir minum coklat panas, lalu mengajak berdialog, tentang materi dan perasaan mahasiswa saat perkuliahan. Biasanya saat seperti itu mahasiswa lebih terbuka dibandingkan saat keadaan formal didalam kelas. Sehingga Dosen yang bersangkutan dapat mengevaluasi proses mengajarnya. Begitu juga dengan mahasiswa, setidaknya juga akan mencoba berusaha maksimal mengikuti proses perkuliahan dalam kelas. Selain cara itu, saat proses belajar mungkin Dosen melihat kami mulai lelah berpikir, Beliau langsung memberi arahan kepada asistennya untuk membeli sejumlah es krim dikantin kampus, dan kami memakannya bersama didalam kelas, setelah itu baru pelajaran dilanjutkan lagi. Dan cara yang lain lagi yaitu, biasanya kelas akan sangat ramai dan mahasiswa sangat bersemangat ketika dosen yang mengajar mengadakan kuis, sekaligus memberikan hadiah kepada mahasiswanya, seperti coklat ataupun permen. Terlihat sangat sederhana namun meurut saya cukup bagus karena mahasiswa juga sangat interaktif saat itu. Setidaknya pengalaman itu benar-benar saya alami. Dan kesimpulan saya dari poin terakhir ini adalah Dosen yang mengajar tidak semata-mata hanya menyampaikan apa yang seharusnya ia sampaikan, melainkan juga ia berusaha memahami mahasiswa, agar apa yang ia sampaikan dapat benar-benar diserap oleh mahasiswa.

Saat makan siang bersama Prof. Jin


Itulah beberapa point system perkuliahan yang sangat saya rasakan berbeda dengan sebelumnya. Harapan saya setelah nanti kembali melanjutkan pendidikan di tanah air, saya dapat mengaplikasikan segala bentuk positif yang sedikit demi sedikit telah saya budayakan selama belajar disini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Merangkai Mimpi dan Mewujudkannya

Setiap orang punya mimpi…
Setiap orang punya cita-cita…
Setiap orang punya rencana, keinginan juga harapan…
Dan yang pasti setiap orang memiliki kisah dan takdirnya masing-masing…

Rabu lalu, tepatnya  21  Agustus 2013 sesuai kesepakatan anak KTTI (Kelompok Tari Tradisional Indoesia – Seoul ) yang memiliki waktu luang akan menghadiri acara wisuda kak Florian. Kebetulan pagi itu tak banyak dari kami yang dapat menyempatkan diri untuk menghadiri acara tersebut. Adapun yang  bersedia hadir saat itu antara lain, yaitu Aidyta, Kak Emma, kak Amel,  Kak Qonita, dan Kak Melani, serta saya sendiri. Kami semua berkumpul di stasiun Hoegi dan menyempatkan membeli bunga sebagai ucapan selamat sebelum akhirnya capcus ke tempet tujuan..

Kak Florian Hutagalung

Florian Hutagalung….
Akan saya gambarkan seperti apa yahh ?? *( wkwkwk…mendadak bingung :/ ). Yang pasti beliau bukan hanya sebatas orang berjasa yang sudah memperkenalkan dan tak bosan mengajari saya berbagai jenis tari tradisional Indonesia di KTTI, melainkan juga menjadi guru yang selalu menjelaskan ini itu, berbagai hal yang tidak saya mengerti entah itu mengenai kebudayaan Korea, dll. Tak jarang juga kak Flo menjadi tour guide ketika jalan-jalan bersama *(hehehe… maaf kk Flo ^_^ ).

Lanjuuuuut….
Setelah dari stasiun Hoegi, kami lanjut ke “Kyung Hee University” (kampus kak Flo kuliah :D ) dengan menumpangi bus. Begitu tiba ditempat tujuan, kami sedikit kebingungan mencari gedung tempat acara berlangsung. Kalo gak salah waktu itu kak Emma sempat nanyain kesalah seorang yang berlalu lalang dihadapan kami, dan orang tersebut menunjukkan arah gedung yang jalanannya sedikit menanjak. Meski sedikit mengeluh dengan medan yang kami lewati, tapi tentu saja kaki kami tak berhenti melangkah hingga akhirnya sampai ketempat tujuan.

Diam sejenak menatap bangunan yang berdiri tegak dan menjulang tinggi  tepat dihadapanku. Sambil berdecak kagum memuji arsitektur bangunan tersebut, dan tak mau kehilangan moment, Aidyta mengajakku foto didepan gedung tersebut (maklum saya numpang eksis, hahaha ).

Depan Gedung Wisuda

Dan akhirnya kami masuk kedalam ruang wisuda, inilah pengalaman pertama yang sangat berharga, menghadiri acara wisuda seorang mahasiswa Strata 3 dan mendapat predikat sebagai mahasiswa dengan disertasi terbaik dibidang humaniora, selain itu juga mahasiswa yang resmi mendapat gelar Doctor Philosophy in Korean Languange and Literatur ini juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato diatas mimbar, dihadapan ratusan pasang mata yang berada dalam ruangan wisuda dan dihadiri oleh para Wakil Rector, Dekan, Dosen dan Wisudawan S3 dan S2 serta para tamu undangan, sebagai perwakilan mahasiswa asing.

Kak Flo waktu pidato

Mendapat predikat terbaik, dinegara asing, dengan menggunakan bahasa asing, juga mengalahkan mahasiswa lokal merupakan sebuah kebanggaan luar biasa, menjadi nikmat Sang pencipta yang patut disyukuri.

Setelah serangkaian acara wisuda usai, kami langsung kearah kak Flo dan memberi ucapan selamat, dan pastinya mengabadikan moment :D , tak lama setelah itu keluarga kak Flo juga menyusul untuk memberi ucapan selamat. Kagum, bahagia bercampur haru melihat pemandangan tersebut, bagaimana tidak, keluarga beliau yang jauh-jauh dari Indonesia, beramai-ramai datang ke Korea untuk menghadiri acara tersebut, begitu juga dengan keluarga beliau yang dari Jepang  (Orang tua angkat Beliau, saat menuntut ilmu disana).

Kak Flo bersama keluarga Indonesia

Kak Flo bersama keluarga Jepang

Bersama KTTI

     Tak berhenti disitu saja kekaguman saya hari itu. Diwaktu yang sama, saat kami mengantri untuk foto, saya melihat sepasang suami istri yang juga masih lengkap dengan toga berfoto didepan kami. Sepasang suami istri yang masih relative mudah ini juga baru saja usai menghadiri ceremony wisuda dengan gelar Doktornya di Universitas yang sama, dengan menggandeng dua putri mereka yang masih kecil smbil berlalu dihadapan saya, membuat saya sangat terkesimah. *(berharap bisa seperti mereka juga nantinya ) ^_^

Foto bersama

Narsis sebelum pulang ^_^

Terakhir kami berfoto bersama, lalu pulang ke hunian masing-masing. Sayonara \(^_^)/

Dengan rentetan pengalaman diatas, semoga selalu tertanam dibenak saya, menjadi motivasi dalam menyelesaikan pendidikan saya. Entah nanti bagaimana akhirnya, tapi saya selalu berharap yang terbaik, berusaha sekuat tenaga dan diiringi doa. Setiap insan punya kisahnya masing-masing, dan kisah itu kita sendiri yang menentukan dan melakoninya. Bermimpi itu tidak salah, tapi kadang harus. Karena dibalik mimpi selalu ada keajaiban yang menjadi kekuatan kita untuk mewujudkannya. Cukup percaya jika semua akan indah pada waktunya. Terimakasih ^_^



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS